An Affair to Forget, sebuah novel karya Armaya Junior. Novel hasil buruanku di Pesta Buku Jakarta 2008 yang berhasil ku khatamkan dalam waktu semalam saja. He he he… karena saking penasarannya aku tidak bisa berhenti membaca lembar demi lembar.
Novel tersebut mengisahkan tentang perjuangan seorang istri untuk mempertahankan rumah tangganya, karena suaminya berselingkuh dengan perempuan lagi. Anna, sang istri yang digambarkan sebagai sosok perempuan mandiri dan tegar. Seorang ibu beranak dua yang sukses berkarir, namun harus menerima kenyataan pahit saat mengetahui suaminya, Toni berselingkuh dengan seorang perempuan bernama Dini. Bersama dengan tokoh “Aku” yaitu sahabat laki-lakinya, Anna berusaha membongkar perselingkuhan itu dan merebut suaminya kembali dengan cara yang tidak biasa. Yaitu dengan berteman dengan selingkuhan suaminya itu.
Novel yang cukup menarik untukku, karena ceritanya sangat detail menjelaskan alasan-alasan seseorang bisa berselingkuh. Hm, bisa jadi bahan referensi juga nih! Selain itu dari novel ini aku bisa makin menyakini bahwa persahabatan antara laki-laki dan perempuan memang bisa terjalin tanpa dirusak embel-embel cinta. Memang sangat mungkin timbul rasa cinta dari keduanya, tapi mereka sadar bahwa selama ini mereka sangat nyaman hanya dengan bersahabat. Karena dapat saling berbagi, bercerita, menyayangi tetapi tanpa dirusak oleh rasa cemburu, curiga, dan sakit hati ketika cinta itu mulai tumbuh.
Namun, sepertinya ada ketidakpuasan dalam diriku setelah membaca novel ini. Mungkin karena ekspektasiku di awal sangat jauh berbeda dengan cerita novelnya. Saat memutuskan membeli novel ini aku berharap sang penulis akan bercerita kesedihan Anna saat mengetahui suaminya berselingkuh, setelah itu menceritakan perjuangan Anna melalui hari-harinya sehingga ia bisa tegar. Yah, seperti kisah novel P.S. I Love You deh…. yang bisa menguras emosi dan air mataku. Tapi di novel ini Anna digambarkan terlalu tegar dan dingin. Sangat menggambarkan seorang wanita yang independent, atau memang sengaja begitu yah?! Hm, tau deh. Pokoknya Anna itu terlihat agak SEMPURNA.
Mungkin saja kesan seperti ini aku dapatkan karena pengisahan cerita novel itu dilakukan oleh tokoh “Aku” yang seorang laki-laki. Di mana ia pastinya tak bisa menggambarkan dengan detail tentang kesedihan Anna. Hal dominan yang “Aku” gambarkan adalah tentang detail para perempuan seksi itu (Anna dan Dini) yang sempat sangat menggoda dirinya…. Ha ha ha, dasar laki-laki! Begitulah, jika yang bercerita adalah seorang perempuan, pastinya mellow-mellow-nya dapet banget deh.
Makanya, tadinya aku berharap bisa sesengukan nangis… eh, tapi perasaanku malah datar-datar aja. Tidak ada lonjakan rasa haru seperti saat baca P.S. I Love You. Yah, ekspektasiku terlalu berbeda dengan kenyataan sih… he he he
. Tapi overall, novel ini bagus banget. Cocok untuk pasangan yang sudah menikah, akan menikah, atau para-para jombo. Tapi hanya untuk pembaca dewasa saja yah, karena ada beberapa deskripsi hubungan seksual yang agak-agak gimana gitu…
.
1 Komentar
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar

udah cek http://kandangagas.blogspot.com/2008/09/sayembara-resensi-novel-affair-to.html ?